Mesin dengan penampang seukuran kertas A4 ini dilabeli teknologi turbo,
injektor BBM langsung, dan katup variabel. Julukannya adalah EcoBoost.
Agar lunas menuntaskan dahaga pemujanya, ia dibekali transmisi kopling
ganda 6-speed.
Padatnya tenaga membuatnya mampu menyelesaikan sprint 0-100 km/jam hanya dalam tempo 10,67 detik. Lebih cepat dari model 1.5 bermesin 1.500 cc yang hanya mengukir 12,39 detik. Bahkan lebih cepat dari versi 1.6 dari generasi awal bermesin 1.600 cc yang hanya 10,80 detik.
Fitur kontrol traksi ‘menyulitkan’ kami saat tes akselerasi. Walau bisa
dimatikan, namun kami melihat sistemnya masih mengintervensi mesin
dengan menjaganya tidak spin berlebih saat start. Meski demikian, masih
lebih cepat 1 detik daripada saat kontrol traksi diaktifkan.
Padatnya torsi sangat terasa di putaran menengah. Sangat mengasyikkan memacunya di antara 2.000-3.000 rpm. Diperkuat sigapnya transmisi, kelincahannya mengolah tenaga membuat Anda lupa kecilnya mesin Fiesta.
Meski demikian, ia terasa kesulitan saat mulai bergerak dengan gaya mengemudi halus. Sampai dengan putaran mesin 1.500 rpm, tenaga terasa hampa. Memang mampu membuat mobil bergerak, tapi Anda harus ekstra sabar. Begitu bantuan turbo masuk, ia pun dapat bergerak lebih cepat. Dengan gaya mengemudi seperti ini transmisi akan berpindah gigi di rentang 2.100 rpm.
Hasilnya ia ‘hanya’ mampu mencetak konsumsi BBM dalam kota 12,98 km/l. Tetap lebih irit dari versi 1.5 yang 12,39 km/l. Bahkan jauh mengungguli versi 1.6 yang hanya 11,30 km/l.
Efisiensi mesin EcoBoost menciptakan daya ledak optimal saat cruising. Ia berhasil menorehkan konsumsi BBM 21,27 km/l di tol. Sangat jauh dari versi 1.5 yang hanya 17,24 km/l, dan versi 1.6 yang seboros 15,71 km/l.
Sedikit ‘bug’ kami temukan. Entah mengapa, dalam beberapa kesempatan terjadi lonjakan tenaga tiba-tiba saat akselerasi. Terutama ketika ‘stop and go’ di jalan macet. Kami mengira, ketiadaan sistem pembuangan tekanan turbo membuat mesin masih menyisakan tekanan turbo yang belum terpakai. Akibatnya, mobil sontak bergerak begitu pedal gas diinjak.
Pengendalian prima merupakan trademark Fiesta. Kelincahan manuver sangat menggugah selera. Setir ringan tidak mengurangi feedback ban. Memang, bantingannya terasa cukup keras. Namun bagi Anda pengemudi antusias, unsur fun to drive Fiesta ini akan menutupi kekurangannya.
Fitur berlimpah menjadi daya tarik. Ford SYNC tidak hanya memudahkan komunikasi via telepon, bahkan juga membacakan SMS yang masuk. Lengkap dengan logat Inggris yang sulit dicerna saat membaca SMS bahasa Indonesia.
Tampilan luar dan dalam serupa versi 1.5 S A/T sebagai model termahal saat ini. Pembeda hanya emblem EcoBoost kecil di sudut kiri bawah pintu bagasi. Untuk sebuah mobil kompak bermesin mini, apa yang disajikan oleh Fiesta ini sangat menggiurkan.
Padatnya torsi sangat terasa di putaran menengah. Sangat mengasyikkan memacunya di antara 2.000-3.000 rpm. Diperkuat sigapnya transmisi, kelincahannya mengolah tenaga membuat Anda lupa kecilnya mesin Fiesta.
Meski demikian, ia terasa kesulitan saat mulai bergerak dengan gaya mengemudi halus. Sampai dengan putaran mesin 1.500 rpm, tenaga terasa hampa. Memang mampu membuat mobil bergerak, tapi Anda harus ekstra sabar. Begitu bantuan turbo masuk, ia pun dapat bergerak lebih cepat. Dengan gaya mengemudi seperti ini transmisi akan berpindah gigi di rentang 2.100 rpm.
Hasilnya ia ‘hanya’ mampu mencetak konsumsi BBM dalam kota 12,98 km/l. Tetap lebih irit dari versi 1.5 yang 12,39 km/l. Bahkan jauh mengungguli versi 1.6 yang hanya 11,30 km/l.
Efisiensi mesin EcoBoost menciptakan daya ledak optimal saat cruising. Ia berhasil menorehkan konsumsi BBM 21,27 km/l di tol. Sangat jauh dari versi 1.5 yang hanya 17,24 km/l, dan versi 1.6 yang seboros 15,71 km/l.
Sedikit ‘bug’ kami temukan. Entah mengapa, dalam beberapa kesempatan terjadi lonjakan tenaga tiba-tiba saat akselerasi. Terutama ketika ‘stop and go’ di jalan macet. Kami mengira, ketiadaan sistem pembuangan tekanan turbo membuat mesin masih menyisakan tekanan turbo yang belum terpakai. Akibatnya, mobil sontak bergerak begitu pedal gas diinjak.
Pengendalian prima merupakan trademark Fiesta. Kelincahan manuver sangat menggugah selera. Setir ringan tidak mengurangi feedback ban. Memang, bantingannya terasa cukup keras. Namun bagi Anda pengemudi antusias, unsur fun to drive Fiesta ini akan menutupi kekurangannya.
Fitur berlimpah menjadi daya tarik. Ford SYNC tidak hanya memudahkan komunikasi via telepon, bahkan juga membacakan SMS yang masuk. Lengkap dengan logat Inggris yang sulit dicerna saat membaca SMS bahasa Indonesia.
Tampilan luar dan dalam serupa versi 1.5 S A/T sebagai model termahal saat ini. Pembeda hanya emblem EcoBoost kecil di sudut kiri bawah pintu bagasi. Untuk sebuah mobil kompak bermesin mini, apa yang disajikan oleh Fiesta ini sangat menggiurkan.
Suara mesinnya mengundang decak kagum. Lantunan irama ketika idle
sangat mirip dengan mesin 4-silinder. Halus tanpa ada ‘kesan pincang’
ala mesin 3-silinder normal. Pun saat mesin digeber dalam kondisi diam.
Tidak ada penanda mesinnya sekecil 998 cc. Ford menanggulangi masalah
vibrasi mesin 3-silinder dengan fokus pada puli mesin di depan dan
flywheel di belakang, serta engine mounting.
|
|
|
|
|
Untuk Tes Drive dan pemesanan Hubungi:
SALES CONSULTAN FORD MEDAN
PONI MARTA S.Sos
(082168007444)
PIN BB 23C0FC78
Dapatkan discount hingga puluhan juta rupiah
DP RINGAN,ANGSURAN RINGAN, PROSES CEPAT, DATA DIBANTU DAN DATA DIJEMPUT. |
