London, Otomania – Teknologi di dunia otomotif terus
berlanjut. Tak sekedar menciptakan kendaraan ramah lingkungan, namun
juga di sektor lain. Salah satunya adalah jok yang dilengkapi dengan
teknologi berkemampuan mengenali pengemudi yang terkena serangan
jantung. Konsepnya, saat serangan itu datang, tempat duduk akan mengirim
sinyal kepada sistem komputer mobil untuk melakukan ”emergency stop”.
Langkah
tersebut sudah mulai dikembangkan Ford. Jok yang akan dipasang pada
model terbaru sudah dilengkapi dengan elektroda sensitif, yang memonitor
detak jantung pengemudi. Teknologi ini bekerja dengan kamera yang
memantau pergerakan kepala dan sensor yang ada di setir.Jika ada tanda-tanda kemungkinan serangan jantung, komputer akan mengambil alih setir dan rem, memandu mobil berhenti dengan aman. Saat mobil sudah berhenti, sistem akan mengaktifkan ponsel pengemudi untuk mengirimkan pesan pada rumah sakit atau ambulans.
Dr. Achim Lindner, Medical Officer dari Ford Research Centre mengatakan, teknologi ini tak hanya membawa keuntungan untuk pengemudi, tetapi juga membuat jalanan semakin aman.
Dari salah satu penelitian selama tiga tahun yang dilakukan di Uni Eropa, orang yang mengalami serangan jantung, 23 persennya menyebabkan kecelakaan di jalan.
Ford mengatakan bahwa 30 persen penduduk Eropa pada 2050 nanti akan berusia 65 tahun, dan rawan untuk melakukan kegiatan mengemudi. Artinya, risiko serangan jantung akan tumbuh secara perlahan.
Pim Van der Jagt, Managing Director Ford Research Centre di Aachen, Jerman, mengatakan bahwa Ford sudah mulai mengembangkan teknologi ini sejak 2011. Kendati demikian, berdasarkan analisa perusahaan, butuh setidaknya lima tahun untuk membuat teknologi ini semakin matang. Disinyalir, penggunaan teknologi ini akan dimulai pada 2020 mendatang.
Untuk Tes Drive dan pemesanan Hubungi:
SALES CONSULTAN FORD MEDAN
PONI MARTA S.Sos
(082168007444)
PIN BB 23C0FC78
Dapatkan discount hingga puluhan juta rupiah
DP RINGAN,ANGSURAN RINGAN, PROSES CEPAT, DATA DIBANTU DAN DATA DIJEMPUT.

