Ford EcoSport - Finding Hidden Paradise

Banyak yang tak mengetahui pesisir Pantai Selatan memiliki keindahan yang tak kalah menarik layaknya sebuah surga kecil yang tersimpan rapat di antara jajaran pantai-pantai ternama lainnya.

Yang kami bicarakan bukan Pesisir Selatan layaknya pantai Pangandaran atau Parangtritis, melainkan
sedikit lebih dekat dengan Jakarta dan ada dihimpitan ketenaran Pantai Pelabuhan Ratu. Lokasi tepatnya adalah Pantai Cibareno yang berada di Desa Pesisir Tangguh, Pelabuhan Ratu-Jawa Barat.

Kami pun sebelumnya tak percaya bila ada pantai yang masih cukup perawan di daerah ini sewaktu mengisi perjalanan bersana Ford EcoSport beberapa waktu lalu. Terlebih bila mengingat kebesaran nama Pelabuhan Ratu yang sudah tahun-menahun menjadi objek wisata umum.
Setelah melintasi kawasan pasar Cicuruk dan Cibadak yang terkenal cukup padat. Akhirnya kami dihidangkan dengan rute jalan yang bisa dibilang cukup asik untuk dilewati ketika masuk ke Cikidang. Kebun kelapa sawit dan perbukitan indah menjadi menu utama, rute berkelok dengan aspal yang mulus pun tak kami sia-siakan mengeber Ford EcoSport mengejar waktu yang telah banyak terbuang dikemacetan lalulintas tadi. Di sini, kami benar-benar merasakan sensasi dari tenaga mesin 1.5L yang disajikan EcoSport sampai dengan sisi fun to drive melalui handlingnya yang smooth berkat Electrik Power-Asisted Steering (EPAS). Bantingan alus dari suspensinya saat berbelok dan melewati beberapa lubang juga teredam dengan baik hingga tak menggangu sisi kenyamanan dalam kabinnya.
Bicara aspek kenyamanan, tak lepas dengan sisi hiburan dan kesenyapan kabin. Untuk hal ini Ford EcoSport kami acungi jempol, mulai dari perangkat Audio berkualitas, Ford SYNC yang mampu memanjakan penumpangnya dengan beragam fitur cerdas melalui sistem perintah suara yang juga memberikan akses untuk berinteraksi dengan perangkat gadget atau hand phone melalui Bluetooth sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara atau penumpang dalam hal kepraktisan untuk mengakses lagu maupun menjawab panggilan telepon.


Hebatnya teknologi SYNC ini mampu menghubungkan 12 handphone berbeda tanpa menggunakan kabel, cukup dengan mem'pairing'nya saja. Sedangkan kesenyapan kabin diraih melalui material peredam sauara yang dipasang diberbagai sektor seperti, pintu, atap dan bodi yang mencegah suara dari luar masuk ke dalam kabin, sedangkan untuk mengurangi desingan dan kebocoran para taknisi Ford mendobel penyegelan untuk pintu dan menerapkan teknologi baru untuk pada segel kaca. Sedangkan untuk lebih memaksimalkan lagi kaki-kaki terutama sektor suspensi dikembangkan secara khusus melalui peredam hydrolock sebagai tambahan menghilangkan energi ketika peredam mendekati eksistensi penuh.

Total perjalanan Jakarta - Pelabuhan Ratu kurang lebih hampir lima jam, sedangkan menuju Pantai Cibareno masih sekitar satu setengah jam lagi. Lokasi ini memang kerap dilewati, sayangnya kebanyakan orang hanya bisa mengintipnya dari atas jalan, karena memang akses menuju kebawahnya kurang jelas. Rasa penasaran akhirnya membuat kami mengurungkan niat menuju Sawarna yang menjadi tujuan awal kami dan segera memutar balik si urban SUV ini memasuki gapura dan perkebunan karet. Awalnya kami masih tak yakin, tapi ketika menanyakannya pada penduduk desa baru kami pun melanjutkan perjalanan.

Amazing, itu yang terucap dari mulut kami ketika berada di atas bukit melihat keindahan bibir pantai yang ada di bawah. Tapi seketika itu pula kami berfikir mampukah EcoSport naik ke atas lagi setelah kami meluncur ke bawah dengan rute yang cukup terjal serta jalan yang berkerikil, tapi ini adalah momen yang pantas untuk menguji sisi liar dan kemampuan dari EcoSport sebenarnya.

Kurang lebih 15 menit, akhirnya kami tiba di bawah. Dengan membayar sedikit uang pungli, pintu masuk pun dibuka. Konsep Pantai Cibareno bernuansakan layaknya desa nelayan, karena mulai dari pintu masuk masih dihiasi oleh perahu-perahu nelayan yang bertenger di bibir pantai. Begitu juga saat kami menelusuri pantai dengan luas jalan yang minim, banyak nelayan yang baru pulang mencari ikan serta beberapa ibu-ibu dari kebun.

Keindahan disini memang cukup membuat kami takjub. Konon katanya pantai ini masih cukup perawan, hal ini cukup wajar mengingat trek serta akses yang dilalui masih terjal maka jarang orang yang akan akan turun. Sayangnya pantai disini dipenuhi dengan batu karang sehingga susah untuk bermain air, dan jangan berharap untuk mendapatkan sunset karena di pantai ini lebih mengutamakan keindahan sunrisenya.



Kurang lebih 2 jam bermain dan berteduh di warung kopi, akhirnya kami memutuskan balik ke Jakarta. Tapi rintangan terberat adalah menanjak balik di medan berkerikil yang awal tadi kami lalui. Sempat ragu, setelah beberapa kali mobil terhenti karena roda terselip, maklum tenaga EcoSport berasal dari pengerak roda depannya karena menganut Front Wheel Drive yang membuat kendali mobil sedikit liar ketika menanjak di medan kerikil.

Hal ini mungkin sedikit celah yang kami sayangkan pada EcoSport, keren dengan manganut pengerak depan mengurangi sisi kemampuannya saat menanjak apalagi mengingat statusnya sebagai sebuah SUV.

Untuk saat terhenti masih ada fitur  hill launch assist yang menjaga kendaraan tidak menurun seketika. Pindahkan transmisi ke posisi manual, kami pun mulai menginjak pedal gas yang akhirnya membuat EcoSport sedikit meraung dan mulai berjalan, kerumunan debu yang menyelimuti pun mengantar kami hingga tiba ke atas dan kembali ke rute utama sekaligus mengakhiri petulangan kami dengan Ford EcoSport.